Selasa, 19 November 2019

ANALISIS 38 KEMENTRIAN KABINET PRESIDEN JOKOWI

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mahfud MD


Mahfud MD memiliki nama lengkap Mohammad Mahfud MD. Suami dari Zaizatun Nihayati ini lahir di Sampang, 13 Mei 1957. Mahfud menyelesaikan program sarjananya di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, pada tahun 1983. Setelah lulus dari Fakultas Hukum UII pada 1983, Mahfud kemudian bekerja sebagai dosen untuk almamaternya. Ia kembali menempuh pendidikan S3 Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) di tahun 1993.
Dari segi riwayat pendidikannya Mahfud MD menjadi menteri koordinator bidang politik hukum dan keamanan sesuai, itu bisa menjadi bekal untuknya untuk menjalankan tugasnya

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto diketahui merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Sebelumnya, pria kelahiran 1 Oktober 1962 ini ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019.
Airlangga merupakan lulusan Master of Business Administration (MBA) Monash University Melbourne, Australia (1997). Dari riwayat pendidikannya dapat dikatakan sesuai dengan jabatannya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhadjir Effendy

Berkelahiran di Madiun, 29 Juli 1956. S-3 Ilmu-Ilmu Sosial Pasca Sarjana, Universitas Airlangga, Surabaya. Dari segi pendidikan, Muhadjir Effendy dapat dikatakan mendekati sesuai. Meskipun beliau belum memiliki pengalaman dalam bidang pembangunan manusia, namun diharapkan dengan jabatan barunya dapat dijalankan dengan tanggung jawab.



Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan

Berkelahiran di Toba Samosir, Sumatera Utara, 28 September 1947. Luhut merupakan lulusan Masters in Public Administration, George Washington University, Washington DC, Amerika Serikat. Menteri Perindustrian dan Perdagangan (2000-2001) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019).
Dari segi jenjang karier dan pendidikan, Luhut Binsar Pandjaitan dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalaman kariernya, diharapkan dapat mampu meneruskan program pekerjaannya.


Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto

Berkelahiran di Jakarta, 17 Oktober 1951. Beliau merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) Magelang (1969-1974). dengan jenjang karier yaitu sebagai ketua dewan Pembina partai gerindra dan Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya Prabowo dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalaman di bidang pertahanan (akmil), diharapkan dapat meningkatkan kinerja pertahanan Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

Berkelahiran di Bojonegoro, 13 Februari 1962. Pratikno merupakan lulusan Sarjana di Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada (1985). Jenjang karier yang oernah ia duduki yaitu sebagai Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada (2008-2012) Rektor Universitas Gadjah Mada (2012-2014). Beliau juga merupakan menteri sekretaris negara di periode sebelumnya.

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya, Pratikno dapat dikatan sesuai. Dengan riwayat menteri sekretaris negara sebelumnya diharapkan dapat meneruskan pekerjaanya.


Menteri Dalam Negeri: Jenderal (Pol) Tito Karnavian

Berkelahiran di Palembang, 26 Oktober 1964. Tito merupakan lulusan Pendidikan Master Ilmu Kepolisian di University of Exeter, Inggris (1993), Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta (1996). Jenjang karier yang pernah ia tempati adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) (2016), Kapolri (2016-2019) penghargaan yang pernah dicapai yaitu Adhi Makayasa (1987), Bintang Wiyata Cendekia (1996), Bintang Seroja (2011) .

Dari segi pendidikan, jenjang karier dan penghargaan yang diperolehnya , beliau dapat dikatakan sesuai.

Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi

Berkelahiran di Semarang, 27 November 1962. Beliau merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada jurusan Ilmu Hubungan Internasional (angkatan 1981), Universitas Oslo, Hak Asasi Manusia. Dengan jenjang kariernya yaitu Menteri Luar Negeri (2014-sekarang) Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda (2012 - 2014).

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya , beliau dapat dikatakan sesuai. Dengan segala pengalaman karier luar negerinya diharapkan dapat terus meningkatkan kinerjanya.


Menteri Agama: Jenderal Fachrul Razy

Berkelahiran di Banda Aceh, 26 Juli 1947. Beliau lulusan Akademi Militer (1970). Jenjang kariernya yaitu Gubernur Akademi Militer (1996-1997) Asisten Operasi KASUM ABRI (1997-1998) Kepala Staf Umum ABRI (1998-1999) Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (1999) Wakil Panglima TNI (1999-2000) Ketua Tim Bravo 5 (2019)

Dari segi jenjang kariernya, beliau dapat dikatakan mendekati sesuai. Walaupun tidak ada riwayat pendidikan agama, tetapi diharapkan dengan riwayat pendidikan wakil panglima TNI dapat dengan tegas dan taat hukum dalam melakukan tugasnya sebagai menteri agama

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly

Berkelahiran di Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953. a berhasil memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sumatera Utara (USU) pada tahun 1978. Ia juga pernah mengenyam pendidikan Master di Commonwealth University pada tahun 1986 dan meraih gelar Doktor di North Carolina University tahun 1994. jenjang karier yaitu sebagai Aggota DPR RI (2019) dan Menhum dan Ham (2014-2019).

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya, beliau dapat dikatakan sesuai. Dengan pengalamannya sebagai menhum dan ham diharapkan dapat meneruskan pekerjaanya.

Menteri Keuangan: Sri Mulyani

Berkelahiran di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Ia lulusan University of lllinois Urbana Champaign AS, hingga mendapat gelar Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, AS pada 1992. Setelah itu jenjang kariernya di bidang pemerintahan dimulai ketika dia ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di 2004. Sri Mulyani dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 2005-2010, dan sempat sebagai Plt Menteri Koordinator Perekonomian pada 2008-2009. Kariernya merambah ke luar negeri dengan dipercaya sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia selama enam tahun dari 2010 hingga 2016.

Dari segi jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai. Segala pencapaiannya dahulu diharapkan dapat terus meningkatkan pekerjaannya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
Berkelahiran di Singapura, 4 Juli 1984. Ia lulusan S1: Hubungan Internasional Brown University, Amerika Serikat (AS) S2: Master of Business Administration Harvard Business School, Amerika Serikat (AS). Jenjang kariernya yaitu Konsultan McKinsey & Co (2006-2009), Co-Founder dan eks CEO Gojek (2010-2019)

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau dapat dikatkan mendekati sesuai. Dengan riwayat pendidikannya yang baik dan mendukung dapat diharapkan dapat menjadi contoh pemuda indonesia.

Menteri Kesehatan: dr Terawan

Berkelahiran di Yogyakarta, 5 Agustus 1964. Ia lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah mada tahun 1990. S2, Spesialisasi Radiologi di Universitas Airlangga, Surabaya, pada tahun 2004. S3, Doktor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar pada tahun 2013. Jenjang kariernya yaitu Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, tahun 2015. Tim dokter kepresidenan tahun 2009. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia. Ketua World International Committee of Military Medicine. Ketua ASEAN Association of Radiology.

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai. Dengan segala riwayat jenjang kariernya yang mendukung diharapkan beliau dapat menjaga terus kesehatan masyarakat Indonesia.

Menteri Sosial: Juliari Batubara

Berkelahiran di Jakarta, 22 Juli 1972. Juliari merupakan lulusan Riverside City College USA (1991-1995) Bussiness Administration with minor in Finance, Chapman University USA (1995-1997). Jenjang kariernya yaitu Komisaris PT. Tridaya Mandiri (2005) dengan riwayat organisasi yang salah satunya sebagai Wakil Bendahara PDI Perjuangan (2010).

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai. Diharapkan beliau dapat meningkatkan pekerjaannya.


Menteri Tenaga Kerja: Ida Fauziah

Berkelahiran di Mojokerto, 16 Juli 1969. Ia lulusan Program Sarjana di Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya (1993). Jenjang kariernya yaitu Anggota DPR (1999-2018) dan wakil ketua umum DPP PKB Bidang Kesra dan Perekonomian (2019-2024).

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya, beliau dapat dikatakan mendekati sesuai.
Ida saat ini menduduki jabatan dibidang kesejahteraan rakyat dan perekonomian yang kemungkinan diharapkan dapat mendukung jalannya tugas dan wewenang sebagai menteri tenaga kerja. Ida Fauziyah juga merupakan salah satu dari 4 menteri Jokowi yang pernah diperiksa oleh KPK.

Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita

Berkelahiran di Jakarta, 3 Januari 1969. Ia lulusan Program Doktor Ilmu Pemerintahan Universitas Padjajaran, Bandung (2010-2012) Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik Universitas Pasundan, Bandung (2007-2009) Bachelor of Science Commercial di Pacific Western University, AS (1991-1994). Jenjang kariernya yaitu Menteri Sosial (Agustus 2019), Anggota DPR/MPR RI 2014-2019 Wakil Ketua Komisi I DPR/MPR RI 2009-2014 Anggota DPR/MPR RI 1999-2004

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya, beliau dapat dikatakan sesuai. Meskipun beliau bukan merupakan lulusan dari bidang perindustrian, tapi beliau sudah pernah memiliki pengalaman dengan berkecimpung di bidang social yang diharapkan dapat menjadi bekalnya untuk meningkatkan tugas dan wewenangnya saat ini.

Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto

Berkelahiran di Jakarta, 23 Desember 1965. Jenjang kariernya yaitu Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) masa jabatan 2014-2018 dan 2018-2022. Beliau juga merupakan Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB). Pada 2016, GMB mempunyai proyek pembangunan dok kapal di Manggar yakni tepatnya di pinggir aliran sungai Manggar, Belitung Timur yang dikerjakan dengan menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yaitu PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK).

Dari segi jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai.
Dengan menjabat sebagai direktur utama proyek pembangunan kapal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sector perdagangan di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Arifin Tasrif

Berkelahiran di Jakarta, 19 Juni 1953. Ia lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (1971-1977). Jenjanng kariernya yaitu Duta Besar Indonesia untuk Jepang (2017-2019) Direktur Utama PT Pupuk Sriwijaya atau PT Pupuk Indonesia Holding Company (2010-2015) Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (2001-2010). Ia juga mendapat penghargaan Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization)

Dari segi pendidikan, jenjang karier dan penghargaan yang didapatnya beliau dikatakan sesuai. D
iharapkan dapat menjadi ilmu serta pacuan untuk meningkatkan tugas sebagai menteri ESDM.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR): Basuki Hadimuljono

Berkelahiran di Surakarta, 5 November 1954. Ia lulusan Program Sarjana Teknik Geologi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1979) Program Magister dan Doktor Teknik Sipil di Colorado State University, Amerika Serikat (1989). Jenjang kariernya yaitu Pimpinan Proyek Induk Pengelolaan Wilayah Sungai (PWS) Ciliwung Cisadene (2000-2001) Direktur Wilayah Tengah, Ditjen Sumber Daya Air (2001-2002) Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal (2002—2003) Direktur Jenderal Sumber Daya Air (2003-2005) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007) Direktur Jenderal Penatan Ruang (2013-2014) Menteri PUPR (2014-2019)

Dari segi jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai. Dengan karier sebelumnya yang juga menjabat sebagai menteri pupr, diharapkan dapat meneruskan segala pekerjaan yang dilakukan selanjutnya

Menteri Perhubungan: Budi Karya Sumadi

Berkelahiran di Palembang, 18 Desember 1956. Ia lulusan Universitas Gadjah Mada Jurusan Arsitektur (1981). Jenjang kariernya yaitu Direktur Keuangan PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (2001-2004), Direktur Utama Angkasa Pura II (2015-2016) Menteri Perhubungan Indonesia (2016-2019)

Dengan jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai. Dengan karier sebelumnya ia menjabat sebagai menteri perhubungan diharapkan bisa meneruskan pekerjaaannya.

Menteri Komunikasi dan Informasi: Johny G Plate

Berkelahiran di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 10 September 1956. Ia lulusan dari Universitas Atma Jaya, Jakarta. Jenjang kariernya yaitu sebagai Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, dan lembaga keuangan bukan bank untuk periode 2014-2019. Pada tahun 2017. Dari segi jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai.

Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo

Berkelahiran di Makassar, 16 Maret 1955. Syahrul merupakan lulusan S1, S2 dan S3 Universitas Hasanuddin. Jenjang  karier yaitu Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008 hingga 2018.

Dari segi jenjang kariernya beliau dapat dikatakan mendekati sesuai. Walaupun beliau tidak punya riwayat dalam bidang pertanian diharapkan beliau bisa mengerjakan pekerjannya dengan baik dan bertanggung jawab.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya

Berkelahiran di Jakarta, 28 Juli 1956. Ia lulusan nstitut Pertanian Bogor, Lulus 1979 International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda, Lulus 1988 S-3 IPB dengan Siengen University, Jerman, Lulus 1998. Jenjang kariernya yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: 2014-2019

dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai. Dengan karier sebelumnya ia menjabat sebagai menteri lingkungan hidup dan kehutanan diharapkan bisa meneruskan pekerjaaannya.

Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo

Berkelahiran di Tanjung Enim, Sulsel, 26 Desember 1972. Ia lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) (1991-dipecat) Program Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Prof Dr Moestopo, Jakarta (1997) Program Magister Swiss German University (2004). Jenjang kariernya yaitu Anggota DPR RI (2014-2019) Anggota DPR RI (2009-2014) Wakil Ketua Umum Partai Gerindra (2012-sekarang)

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau mendekati sesuai.
Meskipun tidak pernah menggeluti sector bidang kelautan dan perikanan, diharapkan dengan kelulusannya sebagai sarjana ekonomi dapat mendukung kinerjanya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT): Abdul Halim Iskandar

Berkelahiran di Jombang, Jawa Timur, 14 Juli 1962. Ia memiliki hubungan darah dengan presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah dipercaya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Jombang dua periode berturut-turut. Selama menempuh pendidikan di "Kota Pelajar" tersebut, Halim mulai mengasah bakat organisasinya. Dia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pada tahun 1993-1997, Abdul Halim Iskandar pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Hasyim Asyari (UNHASY) Tebuireng. Pada tahun 1998, terjadi perubahan besar di Indonesia dengan bergeraknya gelombang reformasi yang kemudian Gus Dur mendirikan PKB. Sejak saat itulah, Halim mulai aktif berpolitik. Halim mengaku sejak PKB berdiri sudah menjadi pengurus mulai dari tingkat DPC, provinsi, hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Lalu, selanjutnya Ketua DPRD Jombang, Wakil Ketua DPRD Provinsi, dan terakhir Ketua DPRD Provinsi.

Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN): Sofyan Djalil

Berkelahiran di Aceh Timur, 23 September 1953. Ia lulusan Sofyan meraih gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia di tahun 1984. Ia juga pernah meraih gelar Master of Arts dari The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat, bidang studi Public Policy, tahun 1989. Sofyan juga meraih gelar Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D.) di tahun 1991 dan Doctor of Philosophy (Ph.D) di tahun 1993 dari Tufts University, AS. jenjang karier yaitu sebagai menteri perencanaan pembangunan social (2015-2016) dan menteri ATR (2015-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, beliau dapat dikatakan sesuai. Di tahun sebelumnya, Sofyan sudah pernah menjabat sebagai menteri ATR, diharpkan di jabatan tahun berikutnya dapat meningkatkan kinerjanya

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa

Berkelahiran di Mataram, 31 Oktober 1954. Ia lulusan Program Magister di University of Michigan, AS (1995) Program Sarjana Fakultas Planologi Institut Teknologi Bandung (1975) Akademi Geologi dan Pertambangan Bandung (1973). Jenjang kariernya yaitu Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) (Januari 2019) Menteri Perumahan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2011) Anggota DPR (2004-2009)

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai.
Dengan segala pengalamannya dalam bidang persatuan dan pembangunan diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerjanya

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB): Tjahjo Kumolo

Berkelahiran di Surakarta, 1 Desember 1957. Ia lulusan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Semarang (1985). Jenjang kariernya yaitu menteri dalam Negeri (2014-2019).

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai. Pernah berkecimpung tugas sebagai menteri dalam negeri, diharapkan mampu meningkatkan kinerjanya.

Menteri BUMN: Erick Thohir

Berkelahiran di Jakarta, 30 Mei 1970. Ia lulusan S1: Glendale Community College, California, Amerika Serikat (AS) S2: Master of Business Administration National University, California, Amerika Serikat (AS). Jenjang kariernya yaitu Pendiri dan Komisaris Utama Mahaka Group: 1992-sekarang Direktur Utama ANTV:2014-sekarang
 
Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau dikatakan sesuai. Diharapkan Erick mampu membangun BUMN ke pasar global sesuai keinginan presiden Jokowi.
Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki

Berkelahiran di Garut, 6 Maret 1962. Ia lulusan IKIP Bandung (1987) Kursus kepemimpinan LSM di Eltaller, Tunisa (1989). Jenjang kariernya yaitu Kepala Staf Kepresidenan (2 september 2015 hingga 17 januari 2018) Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989) Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW) (1998–2008)

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, beliau dapat dikatakan mendekati sesuai. Dengan memiliki jenjang karier sebagai ketua ICW diharapkan dapat menambah kualitas kinerjanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama

Berkelahiran di Jayapura, 4 Mei 1970. Ia lulusan Norwich University-The Military College of Vermont, Navy ROTC, Amerika Serikat (AS) Jurusan Liberal Arts, Mount Ida College, Boston, Amerika Serikat (AS) Communication, Emerson College, Boston, Amerika Serikat (AS). Jenjang kariernya yaitu CEO NET Tv yang dikenal sebagai Sutradara Kreatif Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018.

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, beliau dapat dikatakan sesuai. pengalamannya dalam bidang komunikasi dan kreatifitas, diharapkan dapat membangun dan meningkatkan kinerja dibidang pariwisata dan kreatif Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: I Gusti Ayu Bintang Darmawati

Berkelahiran di Bali, 24 November 1968. Ia lulusan Universitas Udayana. Jenjang kariernya yaitu Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Denpasar

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, beliau  dapat dikatakan sesuai. Di  harapkan dapat mengemban tugas dan kewajiban dengan baik dan bertanggung jawab.

Menristek Bambang Brodjonegoro

Berkelahiran di Jakarta, 3 Oktober 1966. Ia lulusan Sarjana di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (FE-UI) (1990) Master di bidang Tata Kota, University of Illinois at Urbana-Champaign (1993) Doktor bidang Tata Wilayah dan Perkotaan di University of Illinois at Urbana-Champaign (1997). Jenjang kariernya yaitu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) (2016-2019)

dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau dapat dikatakan sesuai.
Meskipun belum pernah berkecimpung dalam dunia teknologi, Bambang pernah menggeluti tugas sebagai kepala Bappenas yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pembangunan serta perencanaan tugas dan tanggung jawabnya

Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali

Berkelahiran di Gorontalo, 16 Maret 1962. Ia lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jakarta, Lulus 1992. Jenjang kariernya yaitu Anggota DPR-RI (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019), Sekjen Partai Golkar (2014-2015).

Dari segi pendidikan dan jenjang kariernya beliau belum dapat dikatakan sesuai. Karena dari semua riwayat pendidikan dan jenjang kariernya belum berkecimpung dengan tugasnya sebagai menteri pemuda dan olahraga.

Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko

Berkelahiran di Kediri, 8 Juli 1957. Ia lulusan AKABRI, Magelang, 1981 S-3 Falkultas Administrasi Negara, Universitas Indonesia, Jakarta, 2014. Jenjang kariernya yaitu Panglima TNI (2013-2015) Kepala Staf Kepresidenan (2018). Ia juga mendapat beberapa penghargaan salah satunya yaitu Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI, XXIV

dari  jenjang karier dan pendidikan, beliau dapat dikatakan sesuai. Mengingat jabatannya terdahulu sebagai staf kepresidenan, diharpakan dapat meningkatkan kinerjanya.

Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Berkelahiran di Kediri, 11 Juni 1963. Ia lulusan Teknik Pertambangan ITB (1982-1988) Magister Manajemen UGM (1990-1992) Doktor Ilmu Komunikasi Unpad (2010-2013). Jenjang kariernya yaitu Wakil Ketua DPR RI (2009-2014) Menteri Sekretaris Kabinet Kabinet Kerja (2015-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, beliau dapat dikatakan sesuai. Mengingat pengalaman beliau terdahulu yang pernah menjabat sebagai mensek cabinet kerja, diharapkan dapat meneruskan program kerjanya

Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM): Bahlil Lahadalia

Berkelahiran di Banda, Maluku Utara, 7 Agustus 1976. Ia lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua dengan jenjang karier sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) (2015-2019).

Dari segi jenjang karier dan pendidikan, beliau  dapat dikatakan sesuai. Dengan pengalamannya sebagai dibidang himpunan pengusaha muda Indonesia


Jaksa Agung: Burhanudin
Berkelahiran di Cirebon, 17 Juli 1954. Ia lulusan Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (1983) Pendidikan pembentukan jaksa (1991) Pendidikan korupsi (1992) Pendidikan wira intelijen (1993) Pendidikan Penyelundupan (1994) Pendidikan administrasi perkara TP umum (1995) Pendidikan peradilan TUN (1995) Pendidikan hak atas kekayaan intelektual (1996) Pendidikan spama (1996) Magister Manajemen Universitas Indonesia (2001) Pendidikan kepemimpinan tingkat 1 (2003) Doktor Satyagama, Jakarta (2006) Pendidikan kepemimpinan tingkat 2 (2008). Jenjang karier yaitu sebagai Staf Kejaksaan Tinggi Negeri Jambi (1989) Kepala Kejaksaan Negeri B Kejari Bangko Jambi (1999-2001) Kepala Kejaksaan Negeri A Kejari Cilacap (2003-2004) Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Jampidsus (2007-2008) Kejaksaan Tinggi Kejati Maluku Utara (2008-2009)

Dari segi jenjang karier dan pendidikan serta penghargaan yang dicapai,beliau  dapat dikatakan sesuai. Melihat segala pengalaman yang pernah beliau lakukan, diharapkan dapat mengemban tugas dan wewenangnya secara adil dan bertanggung jawab.



Sumber : https://www.kompas.com/

  






























By :
Free Blog Templates