Pengertian Koperasi
Koperasi menurut Undang-Undang perkoperasian No. 25 tahun 1992, adalah
badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan
melandaskan kegiatan-kegiatan berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Menurut pengertian Nominalis Koperasi didekatkan dengan upaya
kelompok-kelompok individu yang bermaksud mewujudkan tujuan-tujuan umum yang
konkritnya melalui kegiatan ekonomi dilaksanakan secara bersama-sama bagi
pemanfaatan bersama, sehingga koperasi merupakan organisasi ekonomi yang otonom
yang dimiliki oleh para anggota dan ditugaskan untuk menunjang para anggotanya
sebagai rekanan/pelanggan dari perusahaan koperasi.
Analisis Pengembangan Koperasi
Organisasi koperasi sebagai suatu sistem merupakan salah satu sub sistem
dalam perekonomian masyarakat. Organisasi koperasi hanyalah merupakan suatu
unsur dari unsur-unsur yang lainnya yang ada dalam masyarakat yang satu dengan
masyarakat yang lainnya dan saling berhubungan, saling tergantung dan saling
mempengaruhi sehingga merupakan satu kesatuan yang komplek. Dalam
mempertahankan kelangsungan hidupnya, organisasi koperasi sebagai sistem
terbuka tidak dapat terlepas dari pengaruh dan ketergantungan lingkungan, baik
lingkungan luar seperti ekonomi pasar, sosial budaya, pemerintah, teknologi dan
sebagainya maupun lingkungan dalam seperti kelompok koperasi, perusahaan
koperasi, kepentingan anggota dan sebagainya.
Analisis lingkungan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perencanaan
strategi perusahaan dalam menentukan peluang maupun ancaman terhadap perusahaan
itu sendiri. Dari hasil analisis tersebut perusahaan dapat mendiagnosis
lingkungan dan mengambil suatu kebijaksanaan strategis yang berdasarkan
keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis lingkungan
Koperasi dapat dilakukan dengan pendekatan Analisis SWOT.
Menurut Fred David (1997,134),analisa SWOT adalah metode perencanaan strategis yang berfungsi untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman suatu perusahaan. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisis SWOT memberikan informasi untuk membantu dalam hal mencocokan
perusahaan sumber daya dan kemampuan untuk menganalisis kompetitif lingkungan
di mana bidang perusahaan itu bergerak. Informasi tersebut dibuat berdasarkan
perumusan strategi dan seleksi.
1. KEKUATAN/STRENGTH
Sebuah kekuatan
perusahaan adalah sumber daya dan kemampuan yang dapat digunakan sebagai dasar
untuk mengembangkan competitive advantage. Contoh dari kekuatan tersebut
meliputi: hak paten, nama merek yang kuat, reputasi yang baik dimata para
pelanggan, keuntungan biaya operasional, akses eksklusif dalam sumber daya alam
kelas tinggi, akses yang menguntungkan di jaringan distribusi.
a. Telah memiliki badan hukum.
b. Stukur organisasi yang sesuai dengan eksistensi koperasi.
c. Keanggotaan yang terbuka dan sukarela.
d. kekurangan pelanggan cukup kecil.
e. Biaya rendah.
f. Kepengurusan yang demokratis.
g. Banyaknya unit usaha yang dikelola.
2. KELEMAHAN/WEAKNESS :
Adalah sesuatu yang
menyebabkan satu perusahaan kalah bersaing dengan
perusahaan lain
a. Lemahnya stuktur permodalan koperasi.
b. Lemahnya dalam pengelolaan/manajemen usaha.
c. Kurang pengalaman usaha.
d. Tingkat kemampuan
dan profesionalisme SDM koperasi belum memadai.
e. Kurangnya pengetahuan bisnis para pengelola koperasi.
f. Pengelola yang kurang inovatif.
g. Kurangnya
pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang usaha yang dilakukan.
h. Kurang dalam penguasaan teknologi.
i. Sulit menentukan bisnis inti.
j. Kurangnya kesadaran
anggota akan hak dan kewajibannya (partisipasi anggota rendah).
3. PELUANG/OPPOTURNITIES:
Analisis lingkungan
eksternal dapat membuahkan peluang baru bagi sebuah perusahaan untuk meraih
keuntungan dan pertumbuhan.
a. Adanya aspek
pemerataan yang diprioritaskan oleh pemerintah.
b. Undang-Undang nomor
25 tahun 1992, memungkinkan konsolidasi koperasi primer ke dalam koperasi
sekunder.
c.Kemauan politik yang
kuat dari pemerintah dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk lebih
membangun koperasi.
d. Kondisi ekonomi
cukup mendukung eksistensi koperasi.
e. Perekonomian dunia
yang makin terbuka mengakibatkan makin terbukanya pasar internasional bagi
hasil koperasi Indonesia.
4. ANCAMAN/THREATS
Perubahan dalam
lingkungan eksternal jugadapat menghadirkan ancaman bagi
perusahaan
a. Persaingan usaha yang semakin ketat.
b. Peranan Iptek yang makin meningkat.
c. Masih kurangnya
kepercayaan untuk saling bekerjasama dengan pelaku ekonomi lain dan antar
koperasi.
d. Terbatasnya
penyebaran dan penyediaan teknologi secara nasional bagi koperasi.
e. Kurangnya kesadaran
dan pemahaman masyarakat tentang koperasi serta kurangnya
kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
f. Pasar bebas.
Koperasi Kesimpulan
Pengembangan koperasi dengan menggunakan analisis SWOT :
1. Tujuh indikator
kekuatan dan dua belas indikator peluang yang telah diuraikan diatas dapat
membantu pengurus dan pengelola untuk mengimplementasikannnya dalam rangka pengembangan
dan keberhasilan koperasi
2. Unsur-unsur
kelemahan yang ada supaya mendapat perhatian yang serius baik oleh pengurus dan
pengelola maupun oleh para anggota, sehingga resiko yang timbul akibat dari
kelemahan-kelemahan tersebut dapat diminimalisasikan sehingga keberhasilan dan
pengembangan koperasi dapat tercapai.
3. Perlu bagi pengurus
dan pengelola untuk dapat mengantisipasi ancaman agar dapat hidup dan
berkembang serta dapat mewujudkan keberhasilan yang diharapkan .
SUMBER
:
