Masih
Relevankah Koperasi Saat Ini ?
Menurut
UU No. 25 TH. 1992 Tentang Perkoperasian ‘Koperasi adalah badan usaha yang
beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan’
Lembaga koperasi sejak awal diperkenalkan di Indonesia memang sudah diarahkan untuk berpihak kepada kepentingan
ekonomi rakyat yang dikenal sebagai golongan ekonomi lemah. Strata ini biasa nya
berasal dari kelompok masyarakat kelas menengah kebawah.
Sebagai gerakan ekonomi rakyat yang menyatukan kaum ekonomi lemah, koperasi
telah membantu membangun ekonomi negara-negara di dunia baik negara maju maupun
negara berkembang. Bahkan sekarang koperasi di negara maju tidak hanya sebagai
unit ekonomi kecil lagi, tetapi sudah berkembang menjadi unit ekonomi yang
besar, strategis, dan punya daya saing dengan perusahaan besar. Begitu pula di
Indonesia, koperasi mencoba untuk bangkit dan bermain sebagai pemain inti dalam
perekonomian, namun ternyata perkembangannya jauh lebih buruk dibanding negara
maju. Menurut Moenisa (2011), penyebab lemahnya koperasi di Indonesia adalah:
1.Image koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak bangsa
Indonesia, sehingga dianggap tidak punya daya saing.
2.Perkembangan koperasi di Indonesia dimulai dari atas (top-down), bukan
dari rakyat (bottom-up).
3.Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan oleh sosialisasi
yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi
hanya untuk melayani konsumen
4.Manajemen koperasi belum professional, akhirnya koperasi hanya dijadikan sebagai
tepat korupsi saja.
5.Pemerintah terlalu memanjakan koperasi. Koperasi terlalu banyak dibantu dana
oleh pemerintah, tanpa ada pengawasan jelas untuk apa dana tersebut dipakai.
·
Meningkatkan capacity building
Capacity building di
koperasi merupakan sebuah keharusan, terutama dalam pengembangan teknologi,
sistem operasi organisasi dan instrument organisasi serta yang terpenting
ialah bagaimana koperasi bisa mengembangkan sumber daya manusia yang tersedia.
Perhatian terhadap ketiga faktor ini harus menjadi fokus utama koperasi untuk
mampu bersaing dengan alternatif bentuk institusi ekonomi lain. Ketiga hal ini
akan menjadi pilar yang kokoh bagi koperasi untuk bisa terus mengembangkan
sayap-sayap bisnis yang bisa dijalankan koperasi dengan tetap berusaha
berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas serta anggota
koperasi itu sendiri.
Langkah konkret tentunya harus dilakukan, bukan
semata hanya menyentuh tataran konsep saja untuk bisa melakukan perbaikan.
Untuk bisa berakselerasi mengejar ketertinggalan, koperasi di Indonesia
idealnya perlu untuk memberikan pelatihan SDM di dalam koperasi. Tentu tidak
hanya menyangkut bagaimana menjalankan sebuah koperasi yang baik, tetapi juga
memberikan pemahaman mengenai peluang pasar, teknik produksi, pengawasan
kualitas (dengan pelatihan bagaimana mendapatkan ISO), meningkatkan efisiensi
dan training kewirausahaan untuk membentuk kemampuan serta kreatifitas dalam
menjalankan bisnis. Training ini juga akan menghasilkan output peningkatan baik
untuk koperasi maupun untuk SDM yang ada di koperasi.
·
Memiliki database koperasi yang komprehensif
Melihat jauh tertinggalnya koperasi
dibandingkan institusi ekonomi lainnya, rasanya sudah waktunya bagi pemerintah,
dalam hal ini Kemenkop dan UKM, memiliki database lengkap dengan detail yang
dimiliki. Misalnya, jumlah koperasi produsen menurut komoditi, daerah, bentuk,
serta orientasi pasar seperti yang dilakukan oleh FAO untuk data pertanian
dunia dan perbankan nasional untuk data debitur. Hal ini tentunya jelas sangat
berguna karena informasi yang didapatkan jika dimanfaatkan dan diolah dengan
baik dapat memberikan manfaat bagi perkembangan koperasi di masa yang akan
datang.
·
Membuat standar manajemen tata kelola dan strategi umum
koperasi
Dengan tata kelola yang baik serta strategi
umum yang biasa digunakan oleh korporat swasta, maka sedikit banyaknya koperasi
dapat mengejar ketertinggalan dalam proses operasi yang dilakukan selama ini.
Apalagi jika koperasi dapat menerapkan teknologi jaringan informasi yang banyak
dilakukan oleh swasta, hal ini akan sangat mengangkat kinerja dan produktifitas
bisnis dari koperasi Indonesia.
Tentunya seluruh hal ini bisa memberikan dampak
yang baik jika pihak-pihak yang peduli dan berkecimpung dalam dunia koperasi
Indonesia mau bekerja bersama-sama untuk melihat perbaikan dan kemajuan
koperasi Indonesia untuk bisa sejajar dan menjadi bagian penting dalam
perekonomian Indonesia serta untuk usaha mensejahterkan masyarakat saat
ini dan di waktu yang akan datang.
Koperasi bisa dikatakan sebagai salah satu penunjang perekonomian komparatif
dan tentu saja dapat bertahan dalam perekonomian modern, dan sesuai dengan
keterbatasan kemampuan individual bangsa Indonesia. Jauh lebih baik bekerja
berkelompok, dibanding berdiri sendiri menghadapi globalisasi. Namun diperlukan
berbagai perbaikan dalam pengelolaan koperasi, termasuk pengetahuan tentang
koperasi sendiri.
Menurut
saya , di Era yang modern ini koperasi kurang diminati masyarakat , masyarakat
lebih memilih pergi ke supermarket/mall. Ada beberapa koperasi yang menjual
kebutuhan masyarakat yang harganya lebih mahal dibanding Mall/Supermarket,
mungkin itu alasan mengapa koperasi saat ini dilupakan oleh masyarakat
sekitarnya.
Saran
saya sebagai mahasiswa Indonesia, Koperasi sebaiknya di kembangkan lagi, karena
dengan memajukan Koperasi sama saja membuka lapangan kerja masyarakat menengah
kebawah dan memajukan apa yang sudah ditanam sejak dahulu, dan juga kalo bisa
harga sembako di Koperasi sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia supaya
koperasi banyak diminati oleh masyarakat sekitar.
SUMBER:
