Senin, 09 Oktober 2017

MASIH RELEVANKAH KOPERASI SAAT INI?

Masih Relevankah Koperasi Saat Ini ?

Menurut UU No. 25 TH. 1992 Tentang Perkoperasian ‘Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan’

Lembaga koperasi sejak awal diperkenalkan di Indonesia memang sudah  diarahkan untuk berpihak kepada kepentingan ekonomi rakyat yang dikenal sebagai golongan ekonomi lemah. Strata ini biasa nya berasal dari kelompok masyarakat kelas menengah kebawah.

Sebagai gerakan ekonomi rakyat yang menyatukan kaum ekonomi lemah, koperasi telah membantu membangun ekonomi negara-negara di dunia baik negara maju maupun negara berkembang. Bahkan sekarang koperasi di negara maju tidak hanya sebagai unit ekonomi kecil lagi, tetapi sudah berkembang menjadi unit ekonomi yang besar, strategis, dan punya daya saing dengan perusahaan besar. Begitu pula di Indonesia, koperasi mencoba untuk bangkit dan bermain sebagai pemain inti dalam perekonomian, namun ternyata perkembangannya jauh lebih buruk dibanding negara maju. Menurut Moenisa (2011), penyebab lemahnya koperasi di Indonesia adalah:
1.Image koperasi sebagai ekonomi kelas dua masih tertanam dalam benak bangsa Indonesia, sehingga dianggap tidak punya daya saing.
2.Perkembangan koperasi di Indonesia dimulai dari atas (top-down), bukan dari rakyat (bottom-up).
3.Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan oleh sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi hanya untuk melayani konsumen
4.Manajemen koperasi belum professional, akhirnya koperasi hanya dijadikan sebagai tepat korupsi saja.
5.Pemerintah terlalu memanjakan koperasi. Koperasi terlalu banyak dibantu dana oleh pemerintah, tanpa ada pengawasan jelas untuk apa dana tersebut dipakai.

Banyak hal yang harus dipersiapkan dan diubah untuk kembali dalam jalur perkembangan yang baik. Menganalisis permasalahan yang terjadi maka dapat dirumuskan beberapa langkah bagi koperasi untuk bangkit dari saat ini:

·         Meningkatkan capacity building
Capacity building di koperasi merupakan sebuah keharusan, terutama dalam pengembangan teknologi, sistem operasi organisasi dan instrument organisasi serta yang terpenting ialah bagaimana koperasi bisa mengembangkan sumber daya manusia yang tersedia. Perhatian terhadap ketiga faktor ini harus menjadi fokus utama koperasi untuk mampu bersaing dengan alternatif bentuk institusi ekonomi lain. Ketiga hal ini akan menjadi pilar yang kokoh bagi koperasi untuk bisa terus mengembangkan sayap-sayap bisnis yang bisa dijalankan koperasi dengan tetap berusaha berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas serta anggota koperasi itu sendiri.
Langkah konkret tentunya harus dilakukan, bukan semata hanya menyentuh tataran konsep saja untuk bisa melakukan perbaikan. Untuk bisa berakselerasi mengejar ketertinggalan, koperasi di Indonesia idealnya perlu untuk memberikan pelatihan SDM di dalam koperasi. Tentu tidak hanya menyangkut bagaimana menjalankan sebuah koperasi yang baik, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai peluang pasar, teknik produksi, pengawasan kualitas (dengan pelatihan bagaimana mendapatkan ISO), meningkatkan efisiensi dan training kewirausahaan untuk membentuk kemampuan serta kreatifitas dalam menjalankan bisnis. Training ini juga akan menghasilkan output peningkatan baik untuk koperasi maupun untuk SDM yang ada di koperasi.

·         Memiliki database koperasi yang komprehensif
Melihat jauh tertinggalnya koperasi dibandingkan institusi ekonomi lainnya, rasanya sudah waktunya bagi pemerintah, dalam hal ini Kemenkop dan UKM, memiliki database lengkap dengan detail yang dimiliki. Misalnya, jumlah koperasi produsen menurut komoditi, daerah, bentuk, serta orientasi pasar seperti yang dilakukan oleh FAO untuk data pertanian dunia dan perbankan nasional untuk data debitur. Hal ini tentunya jelas sangat berguna karena informasi yang didapatkan jika dimanfaatkan dan diolah dengan baik dapat memberikan manfaat bagi perkembangan koperasi di masa yang akan datang.

·         Membuat standar manajemen tata kelola dan strategi umum koperasi
Dengan tata kelola yang baik serta strategi umum yang biasa digunakan oleh korporat swasta, maka sedikit banyaknya koperasi dapat mengejar ketertinggalan dalam proses operasi yang dilakukan selama ini. Apalagi jika koperasi dapat menerapkan teknologi jaringan informasi yang banyak dilakukan oleh swasta, hal ini akan sangat mengangkat kinerja dan produktifitas bisnis dari koperasi Indonesia.

Tentunya seluruh hal ini bisa memberikan dampak yang baik jika pihak-pihak yang peduli dan berkecimpung dalam dunia koperasi Indonesia mau bekerja bersama-sama untuk melihat perbaikan dan kemajuan koperasi Indonesia untuk bisa sejajar dan menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia  serta untuk usaha mensejahterkan masyarakat saat ini dan di waktu yang akan datang.

Koperasi bisa dikatakan sebagai salah satu penunjang perekonomian komparatif dan tentu saja dapat bertahan dalam perekonomian modern, dan sesuai dengan keterbatasan kemampuan individual bangsa Indonesia. Jauh lebih baik bekerja berkelompok, dibanding berdiri sendiri menghadapi globalisasi. Namun diperlukan berbagai perbaikan dalam pengelolaan koperasi, termasuk pengetahuan tentang koperasi sendiri.

Menurut saya , di Era yang modern ini koperasi kurang diminati masyarakat , masyarakat lebih memilih pergi ke supermarket/mall. Ada beberapa koperasi yang menjual kebutuhan masyarakat yang harganya lebih mahal dibanding Mall/Supermarket, mungkin itu alasan mengapa koperasi saat ini dilupakan oleh masyarakat sekitarnya.

Saran saya sebagai mahasiswa Indonesia, Koperasi sebaiknya di kembangkan lagi, karena dengan memajukan Koperasi sama saja membuka lapangan kerja masyarakat menengah kebawah dan memajukan apa yang sudah ditanam sejak dahulu, dan juga kalo bisa harga sembako di Koperasi sesuai dengan keadaan masyarakat Indonesia supaya koperasi banyak diminati oleh masyarakat sekitar.

SUMBER:


0 Comments:

Post a Comment



By :
Free Blog Templates