Hubungan Indonesia dengan
Brazil
- Hubungan Politik
Indonesia
dan Brazil menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1953. Hubungan bilateral
antara Indonesia dan Brazil secara umum berlangsung baik. Kesamaan kebijakan
luar negeri kedua negara yang mengutamakan mekanisme multilateral dalam
penanganan berbagai masalah internasional telah memperkuat hubungan dan
koordinasi serta saling mendukung antara kedua negara dalam forum kerjasama
bilateral, regional dan multilateral.
Hubungan
bilateral antara Indonesia dan Brazil secara umum berlangsung baik dan saat ini
memasuki tahapan yang krusial dan strategis. Disamping kesamaan wilayah yang
luas dan jumlah penduduk yang banyak, kedua negara memiliki kesamaan pandangan
dalam berbagai isu regional dan multilateral, usaha penegakan demokrasi dan
HAM. Selain itu, pemerintah kedua negara juga sedang melakukan reformasi di
berbagai bidang dan oleh karena itu kedua negara saling memahami tantangan yang
dihadapi masing-masing dalam proses reformasi tersebut.
Brazil
menilai Indonesia sebagai negara yang memiliki peranan penting bagi stabilitas
di kawasan Asia Tenggara dan kawasan Asia Pasifik. Sejalan dengan politik luar
negeri yang tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain, Pemerintah Brazil
mendukung integritas wilayah NKRI dan langkah-langkah reformasi yang dilakukan
oleh Pemerintah Indonesia dalam pemajuan HAM dan demokrasi.
Terdapat
keinginan kuat dari kedua negara untuk terus berupaya meningkatkan hubungan
kerjasamanya di berbagai bidang. Hal ini dapat dilihat dari antara lain
kegiatan saling kunjung antara kepala negara, pejabat, anggota parlemen, pelaku
ekonomi dan masyarakat kedua negara. Kunjungan kenegaraan Presiden Brazil, Liuz
Inácio Lula da Silva ke Indonesia pada tanggal 12 Juli 2008 yang merupakan
kunjungan pertamanya sejak menjabat sebagai Kepala Negara Brazil dan merupakan
kunjungan Kepala Negara Brazil yang kedua setelah kunjungan Presiden Fernando
Henrique Cardoso pada bulan Januari 2001 mempunyai arti penting bagi
peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Sementara itu Presiden RI
melakukan kunjungan balasan ke Brazil pada tanggal 18 November 2008 dalam
rangkaian menghadiri pertemuan puncak negara anggota APEC di Lima, Peru.
Kegiatan
saling kunjung antara Kepala Negara ini memiliki arti penting tersendiri bagi
peningkatan hubungan bilateral Indonesia – Brazil, mengingat pada tahun 2008
hubungan diplomatik Indonesia - Brazil memasuki usia 55 tahun. Kunjungan
tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi peningkatan dan memperkuat
kerjasama Indonesia – Brazil baik dalam forum multilateral maupun bilateral
yang pada akhirnya mendorong serta meningkatkan kerjasama kedua negara yang
saling menguntungkan di berbagai bidang khususnya ekonomi, perdagangan,
investasi, pariwisata, ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk promosi citra
Indonesia di Brazil.
Sebagai
tindak lanjut penandatanganan Kemitraan Strategis Indonesia - Brazil pada saat
kunjungan resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Brazil pada 18 November
2009, pada tanggal 14 – 16 Oktober 2009 telah dilangsungkan Sidang Ke 1 Komisi
Bersama Indonesia – Brazil yang dikhususkan untuk membahas Rencana Aksi dari
Kemitraan Strategis yang telah disepakati sebelumnya.
Selain
menyepakati Rencana Aksi Kemitraan Strategis, dalam kesempatan pertemuan tersebut
delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa,
Deplu Duta Besar Retno L.P. Marsudi dan Brasil dipimpin oleh Duta Besar Roberto
Jaguaribe, telah membahas prioritas hubungan bilateral kedua negara utamanya
dalam upaya memajukan investasi, pedagangan, pertanian dan energi.
- Hubungan Ekonomi Dan Perdagangan
Di bidang ekonomi, hubungan kedua
negara berjalan cukup baik. Neraca perdagangan kedua negara masih relatif kecil
bila dibandingkan dengan potensi yang dimiliki oleh kedua negara, namun pada
tahun-tahun terakhir ini tercatat peningkatan yang signifikan dalam hubungan
perdagangan Brazil merupakan mitra dagang utama Indonesia di kawasan Amerika
Selatan.
Ekspor utama Indonesia ke Brazil
antara lain : karet alam dan produk karet, benang tekstil polyester, kakau,
minyak kelapa sawit, tembaga dan spare-parts mobil. Sedangkan impor utama dari
Brazil antara lain biji besi, kedelai, pulp, kapas, gula tebu, tembakau, suku
cadang kendaraan bermotor, lem kayu dan kulit.
Untuk mempromosikan hubungan dagang,
ekonomi dan pariwisata antara kedua negara telah dilakukan upaya antara lain
mengangkat beberapa Konsul Kehormatan RI di beberapa kota besar Brazil yakni,
São Paulo, Rio de Janeiro, Belo Horizonte dan Recife. Disamping itu, telah diresmikan
Camara de Comércio Indonesia–Brazil (Kamar Dagang Indonesia–Brazil) di São
Paulo.
Dalam upaya meningkatkan kegiatan
promosi dagang Indonesia di Brazil maka telah didirikan ITPC (Indonesian Trade
Promotion Center) di São Paulo. Pendirian ITPC di São Paulo tersebut
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Luar Negeri RI No.168/PO/X/97/01 tahun 1997
dan Surat Kepala BPEN No.489/BPEN/XI/2003 dan mendapat autorisasi atau ijin
untuk beroperasi dari Pemerintah Brazil berdasarkan Nota Dinas dari Kementerian
Luar Negeri Brazil No. : CGPI/DAOCII/DAC/DIM/008/DIMU-BRAS-INDO tertanggal 17
Desember 2003.
- Situasi Terkini
Dalam beberapa tahun terakhir,
neraca perdagangan Indonesia–Brazil mengalami peningkatan yang sangat tajam,
dimana pada tahun 2006 sebesar USD 1.131.999.211 yang terdiri dari ekspor
Indonesia ke Brazil sebesar USD 650.193.261 dan impor Indonesia dari Brazil
sebesar USD 481.805.950. Dengan demikian surplus bagi Indonesia sebesar USD
168.387.311. Dibandingkan dengan total perdagangan kedua negara dalam periode
yang sama tahun 2005 yang sebesar USD 954.609.972 maka total perdagangan
periode tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar USD 177.058.332 atau
sebesar 15,6%. Trend perdagangan Indonesia–Brazil terus mengalami kenaikan yang
cukup signifikan, pada tahun 2007 tercatat nilai perdagangan kedua negara
mencapai USD 1.587.283.415.
Neraca Perdagangan Indonesia – Brazil
2004 s/d 2008 (Dalam US$)
|
2004 s/d
2008 (Dalam US$) Tahun
|
Ekspor (A)
Ke Brazil
|
Impor (B)
Dari
Brazil
|
Total
(A+B)
|
Saldo
Indonesia
Negatif /
Positif
|
|
2004
|
369.802.046
|
382.903.690
|
752.705.736
|
-
13.101.644
|
|
2005
|
456.138.034
|
498.471.938
|
954.609.972
|
-
42.333.904
|
|
2006
|
650.193.261
|
481.805.950
|
1.131.999.211
|
168.387.311
|
|
2007
|
893.847.413
|
693.436.002
|
1.587.283.415
|
200.411.411
|
|
2008
|
1.109.606.061
|
1.143.062.144
|
2.252.668.195
|
-33.456.093
|
|
2009
(Jan-Agustus)
|
629.289.892
|
673.625.709
|
1.302.915.601
|
-44.335.817
|
Sementara itu, total perdagangan
Indonesia-Brazil 2008 berhasil mencapai rekor baru yaitu berhasil menembus
angka lebih dari 2 milyar USD, tercatat total perdagangan adalah sebesar US$
2.252.6683195 dengan komposisi impor Indonesia dari Brazil sebesar US$
1.143.062.144 dan ekspor Indonesia ke Brazil sebesar US$ 1.109.606.051, berarti
surplus (saldo positif) sebesar US$ 33.456.093 untuk Brazil.
Sedangkan neraca perdagangan kedua
negara periode Januari – Agustus 2009 berjumlah USD 1.302.915.601 dengan jumlah
ekspor Brazil ke Indonesia sebesar USD 673.625.709 dan jumlah impor sebesar USD
629.289.892 dengan demikian tercatat jumlah surplus untuk Brazil sebesar USD
44.335.817.
Impor non-migas Indonesia dari
Brazil pada 2014 mencapai 2,55 miliar dolar Amerika Serikat, dimana nilai
tersebut mengalami peningkatan sebesar 15,23 persen jika dibandingkan tahun
2013 yang sebesar 2,21 miliar dolar AS. Sementara untuk tren impor dalam lima
tahun terakhir, menunjukkan peningkatan sebesar 9,94 persen dimana tercatat
impor pada tahun 2010 sebesar 1,71 miliar dolar AS, dan pada 2014 menjadi 2,55
miliar dolar AS. Untuk neraca
perdagangan non-migas untuk kedua negara pada 2014, Indonesia mengantongi
defisit sebesar 1,05 miliar dolar AS.
SUMBER:
http://www.neraca.co.id/article/51005/perdagangan-indonesia-brazil-dinilai-tak-terpengaruh-hubungan-diplomatik-sempat-panas
Kelompok : 2
Anggota : Ananda
Hasha Salsabila (20216733)
Novi Octaviyanti (25216489)
Wisam
Kusumahadi Putra (27216685)
